Tuesday, August 5, 2014

Yang Tak Pernah Tersampaikan

Dalam setapak hening aku mulai menapakkan kaki , menyusuri kalbuku yang semakin lama semakin tenggelam ke dasar jurang kebisuan hati

Diam , diam , diam , memendam segala asa yang takkan pernah tercurah , beranikah kau ? Kurasa tidak !

Menyimpan segenap kerinduan , keresahan , kesenduan yang membara . Angin , kenapa kau tak pernah sampaikan pada(nya) ?

Harusnya buliran rintik hujan takpernah jatuh dalam kelopak bunga . Lihatlah kini dia kering oleh mentari , hanya mampu bersembunyi . Tak bermakna !

Adakah disana jiwa lain yang mampu menyampaikan pada(mu) ? Sampai kapan aku harus menapaki jalan ini tanpa arah dan tujuan ? Ke utara-kah ? Atau barat , bahkan timur ? Ah , sudahlah

Barangkali aku dan engkau hanya selapis udara kotor dalam karbondioksida yang pekat , semu , dan nyaris tak terlihat

No comments:

Post a Comment